Baturaja, Lenteraoku.com – Suasana khidmat menyelimuti ruang tahanan di lantai 2 Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) pada Rabu (4/3/2026) pagi.
Bukan suasana penuh penyesalan yang terlihat, melainkan getaran religius saat belasan warga binaan mengikuti Program Tanjidor, akronim dari Tahanan Mengaji dengan Polri.
Kegiatan pembinaan rohani yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini merupakan agenda rutin Polres OKU untuk merangkul para tahanan yang sedang menjalani proses hukum.
Dengan penuh khidmat, mereka duduk bersila membaca ayat suci Al-Qur’an, mendengarkan tausiyah, serta mendapatkan bimbingan dasar-dasar keagamaan yang diselingi motivasi hidup.
Program ini langsung dipandu oleh personel Satbinmas Polres OKU, yakni KBO Satbinmas Ipda Deni Arfan, Kanit Binkamsa Aipda Medi Arianto, serta Banit Binkamsa Aipda Purwanto.
Mereka tak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an yang benar, tetapi juga menyelipkan nilai-nilai introspeksi diri agar para tahanan mampu memaknai kesalahan sebagai titik balik menuju pribadi yang lebih baik.
Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, yang mewakili Kasat Binmas AKP Ujang Abdul Aziz, menegaskan bahwa pembinaan spiritual ini adalah bentuk pendekatan humanis Polri.
“Kami ingin para tahanan tidak hanya menjalani hukuman secara fisik, tetapi juga mendapatkan sentuhan batin.
Dengan bekal ilmu agama dan ketenangan jiwa, kami berharap mereka dapat memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar AKP Ferri.
Ia menambahkan, Program Tanjidor menjadi bukti komitmen Polres OKU dalam pembinaan menyeluruh—bukan hanya aspek hukum, tetapi juga moral dan keagamaan.
Suasana penuh kekeluargaan pun tercipta, seakan menjadi oase di tengah himpitan proses hukum yang dihadapi para tahanan.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan para warga binaan memiliki pegangan spiritual yang kuat sehingga ke depan tidak lagi tersandung masalah serupa.(Red)




