Lenteraoku.com 5 April 2026 ,Polda Sumatera Selatan sukses mengamankan seluruh rangkaian ibadah Hari Raya Paskah 2026 sehingga berlangsung aman, tertib, dan khidmat tanpa gangguan kamtibmas sekaligus mendapat apresiasi luas dari tokoh lintas agama.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata implementasi kebijakan Polri Presisi dalam menjaga kebebasan beragama dan memperkuat toleransi di masyarakat.
Sebanyak 2.671 personel gabungan yang terdiri dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI dikerahkan di bawah komando Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, yang turun langsung melakukan monitoring di titik strategis seperti Gereja Santo Yoseph.
Apresiasi disampaikan oleh Romo Paroki Gereja Santo Yoseph serta tokoh lintas agama lainnya, sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, bertindak sebagai juru bicara.
Pengamanan skala besar dilakukan selama seluruh rangkaian ibadah Hari Raya Paskah 2026, mulai dari Minggu Palma hingga puncak perayaan Paskah.
Kondusivitas terjaga secara berkelanjutan di setiap tahapan ibadah sepanjang perayaan tahun ini.
Kegiatan pengamanan berlangsung di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Selatan (Bumi Sriwijaya), dengan fokus pada 404 gereja yang tersebar di daerah perkotaan hingga pelosok.
Salah satu lokus utama monitoring Kapolda adalah Gereja Santo Yoseph di Palembang.
Pengamanan maksimal dilakukan untuk memastikan jemaat dapat beribadah dengan tenang, mencegah potensi gangguan keamanan, serta menjaga stabilitas sosial dan toleransi beragama di tengah masyarakat.
Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi Sumatera Selatan sebagai wilayah zero conflict atau tingkat konflik sosial rendah.
Seluruh personel disebar secara terstruktur dengan pola pengamanan terbuka dan tertutup, didukung sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, tokoh agama, pengurus gereja, dan masyarakat.
Kapolda melakukan monitoring langsung untuk memastikan prosedur berjalan optimal, sementara pendekatan humanis menjadi kunci menciptakan rasa aman dan kekhusyukan ibadah.
Apresiasi tokoh agama: Romo Paroki Gereja Santo Yoseph secara langsung menyampaikan bahwa jemaat merasakan kenyamanan dan ketenangan luar biasa selama ibadah berlangsung.
Menurutnya, kunci utama terciptanya suasana khidmat adalah sinergi harmonis antara aparat keamanan, pengurus gereja, dan masyarakat.
Penguatan stabilitas daerah: Tokoh lintas agama lainnya juga menilai kehadiran Polri dan TNI mampu menciptakan rasa aman menyeluruh, baik di perkotaan maupun daerah.
Stabilitas ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah di Sumatera Selatan.
Komitmen jangka panjang: Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor akan terus ditingkatkan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas dan memperkuat toleransi di Sumatera Selatan,” ujarnya, menandai keberhasilan Paskah 2026 sebagai langkah nyata Polda Sumsel dalam membangun kepercayaan publik dan merawat kebhinekaan di Bumi Sriwijaya.(Red)






