Baturaja,Ogan Komering Ulu,Sumatera Selatan,01/05/2026,lenteraoku.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja menggelar kegiatan Tahsinul Qur’an bagi warga binaan pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Masjid Rutan setempat.
Pembinaan Tahsinul Qur’an untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an warga binaan.
Rutan Kelas IIB Baturaja bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Masjid Rutan Kelas IIB Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.
Kamis, 30 April 2026.
Membekali warga binaan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang benar sebagai landasan spiritual, meredam gejolak emosi, dan menyiapkan reintegrasi sosial pasca bebas.
Metode bertahap dari makhrajul huruf hingga tajwid, pendekatan interaktif dan humanis oleh penyuluh agama Kemenag OKU.
Kegiatan berlangsung satu hari dengan peserta warga binaan yang memiliki motivasi tinggi memperbaiki diri.
Pembelajaran dimulai dari dasar pengucapan huruf hijaiyah, dilanjutkan hukum tajwid, lalu praktik langsung dengan pendampingan.
Program ini menjadi agenda rutin pembinaan kepribadian di Rutan Baturaja.
Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, mengubah perilaku warga binaan menjadi lebih religius dan berakhlak mulia, serta mengurangi stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana.
Rutan Kelas IIB Baturaja kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan spiritual warga binaan melalui program Tahsinul Qur’an.
Kegiatan berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Masjid Rutan Baturaja.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Baturaja dan Kantor Kemenag Kabupaten OKU.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menekankan pentingnya pembinaan rohani sebagai pilar reintegrasi sosial.
Menurutnya, masa pidana bukan sekadar pengasingan, melainkan momentum memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.
Warga binaan yang mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang memiliki keinginan kuat memperbaiki diri.
Para peserta tampak antusias memenuhi masjid dengan semangat mendalami ilmu tajwid.
Tim penyuluh dari Kemenag OKU menggunakan metode sistematis dan humanis dalam mengajar.
Materi dimulai dari dasar-dasar makhrajul huruf, yaitu ketepatan tempat keluarnya huruf hijaiyah.
Selanjutnya, peserta diajarkan pemahaman mendalam mengenai hukum-hukum tajwid secara bertahap.
Pendekatan interaktif memungkinkan dialog dua arah sehingga warga binaan nyaman bertanya dan praktik langsung.
Fitri Yady menjelaskan bahwa visi besar program ini adalah menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an.
Bacaan Al-Qur’an yang benar diyakini dapat memberikan ketenangan batin dan meredam gejolak emosional di dalam rutan.
Dengan peningkatan pemahaman agama, perubahan perilaku positif diharapkan muncul secara alami.
Kegiatan Tahsinul Qur’an ini telah dijadwalkan sebagai agenda rutin pembinaan di Rutan Baturaja agar perubahan bersifat permanen.(Red






