oleh

Polri Gandeng 4 Bank Himbara Salurkan KUR bagi Petani Jagung untuk Memutus Rantai Tengkulak

OGAN ILIR ,07/03/2026,Lenteraoku.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meresmikan langkah strategis dalam perlindungan ekosistem ekonomi petani dengan menggandeng empat Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung binaan Polri dilaksanakan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada hari Sabtu (7/3/2026).

Kebijakan ini merupakan program penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan secara khusus bagi petani jagung yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) binaan Kepolisian Republik Indonesia.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Polri dengan empat bank Himbara sebagai lembaga penyalur dana, serta Perum Bulog yang bertindak sebagai offtaker atau pembeli hasil panen petani.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh pimpinan Polri bersama perwakilan dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., didampingi Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., serta Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan peninjauan lokasi penanaman jagung serentak dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Maret 2026.

Kegiatan berlangsung di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dengan lokasi peninjauan utama di kawasan Indralaya Indah yang menjadi sentra pengembangan tanaman jagung binaan Polri.

Program ini diluncurkan sebagai respons atas permasalahan struktural yang selama ini dihadapi petani jagung, yakni praktik tengkulak yang merugikan melalui sistem ijon (penjualan hasil panen sebelum panen dengan harga rendah) dan penetapan harga beli yang tidak menguntungkan petani.

Kapolri menegaskan bahwa kehadiran negara melalui Polri dan institusi perbankan bertujuan memberikan kedaulatan finansial kepada petani sejak masa tanam hingga masa panen, sekaligus memutus mata rantai tengkulak.

Mekanisme program ini melibatkan sinergi tiga institusi:

1. Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan memberikan rekomendasi bagi petani atau Kelompok Tani (Poktan) yang layak menerima fasilitas KUR. Satuan Binmas melalui Bhabinkamtibmas bertindak sebagai pengawas dan pembina di lapangan, serta menjadi jembatan penghubung antara petani dengan perbankan.

2. Bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebagai modal kerja bagi petani dengan skema pembiayaan yang sehat dan terjangkau.

3. Perum Bulog berperan sebagai offtaker atau pembeli hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani, sehingga memberikan kepastian pasar.

Kerja sama ini ditandatangani untuk masa berlaku tiga tahun dan akan diawasi secara ketat oleh jajaran kepolisian dari tingkat Polres hingga Polsek guna memastikan distribusi bantuan permodalan tepat sasaran.

Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. – Kapolri
“Kami ingin memastikan petani jagung tidak lagi terjerat oleh praktik tengkulak.

Dengan KUR dari Himbara, petani mendapatkan modal kerja yang sehat, dan dengan kehadiran Bulog sebagai pembeli hasil panen, ada kepastian harga yang menguntungkan bagi mereka.

Ketahanan pangan merupakan pilar stabilitas keamanan nasional. Kehadiran Polri dalam sektor pembiayaan pertanian adalah bentuk nyata pelayanan publik yang humanis dan solutif.

Negara harus hadir di tengah kesulitan petani. Kerja sama dengan Himbara dan Bulog ini adalah bukti nyata bahwa kita bergerak bersama untuk memperkuat kemandirian pangan.

Jika petani sejahtera, maka stabilitas ekonomi dan keamanan akan terjaga dengan sendirinya.”

Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. – Kapolda Sumsel
“Jajaran Polda Sumsel siap mengawal distribusi bantuan permodalan ini agar tepat sasaran dan berdaya guna bagi peningkatan produksi jagung di Sumatera Selatan.

Kami akan memastikan seluruh jajaran di tingkat Polres hingga Polsek berperan aktif dalam pengawasan di lapangan.”

Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. – Kabid Humas Polda Sumsel
“Sesuai instruksi langsung Bapak Kapolri, kami akan memastikan seluruh Poktan binaan di wilayah hukum Polda Sumsel mendapatkan akses informasi dan pendampingan maksimal dalam program KUR ini.

Kolaborasi ini merupakan instruksi langsung yang harus diimplementasikan secara presisi oleh seluruh jajaran.

Tujuannya satu: mewujudkan petani yang mandiri dan bebas dari cengkeraman tengkulak.”(Red)