PALEMBANG ,Sumsel 30 Maret 2026 lenteraoku.com — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mengerahkan respons cepat dengan memperkuat penanganan materiil dan pemulihan psikologis bagi warga terdampak kebakaran di Kabupaten Ogan Ilir.
Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran institusi Polri dalam penanganan bencana secara komprehensif.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, yang memerintahkan seluruh jajaran untuk tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pendampingan moril kepada masyarakat.
Arahan ini menjadi landasan bagi jajaran di tingkat wilayah dalam merespons musibah secara cepat dan terukur.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Kapolres Ogan Ilir, Bagus Suryo Wibowo, bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik dan santunan tunai kepada korban kebakaran di Desa Ibul Besar III, Kecamatan Pemulutan.
Lokasi ini menjadi titik terparah dari musibah yang melanda wilayah setempat.
Bantuan yang diberikan meliputi ratusan kilogram beras, bahan pokok, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan seperti susu balita, susu ibu hamil, dan perlengkapan bayi.
Selain itu, Polres Ogan Ilir juga bersinergi dengan Baznas untuk memberikan dana stimulan sebesar Rp3 juta per Kepala Keluarga (KK) guna mempercepat pemulihan ekonomi warga.
Kapolres Ogan Ilir menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam situasi darurat bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Menurutnya, arahan Kapolda menghendaki adanya keselarasan antara stabilitas keamanan dan pemenuhan hak-hak dasar korban bencana.
Di samping bantuan fisik, jajaran kepolisian juga memberikan pendampingan moril melalui dialog langsung dengan warga yang terdampak.
Kehadiran pimpinan di lokasi bencana dinilai menjadi bagian penting dari upaya trauma healing awal guna mengembalikan semangat masyarakat pascamusibah.
Polres Ogan Ilir turut berkoordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait untuk membantu pengurusan administrasi kependudukan.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya warga yang kehilangan dokumen penting seperti KTP dan kartu keluarga akibat insiden kebakaran.
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyatakan bahwa respons cepat ini merupakan implementasi langsung dari standar operasional yang ditekankan oleh pimpinan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengamankan lokasi, tetapi juga memastikan keberlangsungan hidup masyarakat melalui bantuan yang terukur.
Sinergi lintas sektoral yang dibangun dalam penanganan bencana ini turut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Ogan Ilir.
Pendekatan kemanusiaan yang menyeluruh juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran Polri di tengah situasi darurat.
Melalui kombinasi antara bantuan materiil dan pemulihan moril, Polda Sumsel memastikan bahwa kehadiran Polri akan terus dirasakan masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam setiap upaya kemanusiaan pascabencana.(Red






