PALEMBANG,6/5/2026,lenteraoku.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menargetkan nol kebakaran hutan dan lahan pada 2026. Target ini disampaikan menyusul tren penurunan luas lahan terbakar dalam beberapa tahun terakhir.
Polda Sumsel menyatakan kesiapan penuh melakukan mitigasi dan penanggulangan Karhutla secara terpadu. Target utamanya adalah mewujudkan zero Karhutla di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Biro Operasi Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso. Ia mengutip arahan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho.
Komitmen zero Karhutla dicanangkan untuk tahun 2026. Apel kesiapsiagaan telah digelar pada Rabu, 6 Mei 2026.
Wilayah prioritas pencegahan meliputi Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, OKI, serta kawasan Muratara.
Potensi Karhutla tinggi dipicu cuaca panas ekstrem, kemarau panjang, kebiasaan membakar lahan, minimnya kesadaran hukum masyarakat, serta adanya oknum tidak bertanggung jawab.
Polda mengedepankan teknologi modern untuk deteksi dini dan pemantauan titik api secara real-time. Sebanyak 1.415 personel telah disiagakan.
Penanganan dilakukan secara lintas sektoral melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ribuan kegiatan mitigasi masif telah dilakukan, meliputi sosialisasi maklumat, patroli terpadu, serta verifikasi titik panas langsung ke lokasi.
Polda menggunakan pendekatan edukatif dan humanis, mengimbau warga desa serta menyebarkan pemahaman bahaya asap bagi kesehatan, terutama ISPA.
Minimnya pemahaman masyarakat tentang sanksi hukum menjadi salah satu faktor yang terus diedukasi oleh jajaran kepolisian.
Ya. Polda Sumsel mengambil peran sentral dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Griya Agung yang dipimpin langsung Menkopolkam.
Apel gabungan tersebut menegaskan penanggulangan Karhutla di Bumi Sriwijaya dilakukan secara satu komando dan terpadu.
Dengan pemetaan akurat, teknologi modern, ribuan personel siaga, serta sinergi lintas instansi, Polda optimis ancaman Karhutla dapat diantisipasi maksimal.
Polda mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi menjaga kelestarian alam dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae.”(Red)




