oleh

Peduli Lansia dan Sakit Kronis, Rutan Baturaja Terjunkan Tim Medis dengan Sistem “Jemput Bola”

BATURAJA, Lenteraoku.com,14/03/2026, OKU – Dalam langkah nyata memanusiakan warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja secara resmi meningkatkan pengawasan medis bagi kelompok rentan.

Program intensifikasi layanan kesehatan yang menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lanjut usia (lansia) dan penderita penyakit kronis ini digelar pada Jumat, 13 Maret 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen institusi dalam memastikan pemenuhan hak dasar kesehatan, menyadari bahwa kelompok rentan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap berbagai gangguan kesehatan di lingkungan rutan.

Rutan Baturaja menggelar program intensifikasi pengawasan medis. Program ini tidak hanya bersifat pasif menunggu pasien di klinik, melainkan mengadopsi strategi “jemput bola.

” Tim medis secara aktif mendatangi warga binaan di setiap blok hunian untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Kegiatan ini digawangi oleh tim medis internal Klinik Pratama Rutan Baturaja, yang terdiri dari tenaga kesehatan profesional.

Sasaran utamanya adalah WBP kelompok rentan, yaitu para lansia dan mereka yang mengidap penyakit kronis.

Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, turun langsung meninjau jalannya kegiatan.

Program ini dilaksanakan di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja, yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Tim medis menyisir setiap blok hunian untuk menjangkau seluruh warga binaan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan intensif ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026.

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan lansia dan penderita penyakit kronis terhadap gangguan kesehatan, terutama di lingkungan dengan akses dan fasilitas terbatas seperti rutan.

Kepala Rutan, Fitri Yady, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia yang tidak bisa ditunda, meskipun seseorang sedang menjalani masa pidana.

“Warga binaan lansia memiliki kerentanan lebih tinggi karena faktor imunitas yang secara alami menurun,” ujarnya.

Proses pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dan humanis:

1. Pemeriksaan Fisik: Tim medis melakukan kontrol tekanan darah, pemantauan kadar gula darah, serta pemeriksaan spesifik lainnya.

2. Perhatian Khusus Lansia: Bagi warga binaan lansia, diberikan layanan tambahan berupa pemantauan fungsi kognitif dan evaluasi mobilitas fisik.

3. Dukungan Mental: Program ini juga menyisipkan sesi bimbingan psikologis singkat untuk menjaga kesehatan mental para warga binaan.

4. Sistem Rujukan: Rutan telah membangun sinergi dengan Puskesmas terdekat sebagai fasilitas rujukan cepat jika ditemukan indikasi medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Langkah proaktif ini pun mendapat respons positif dari warga binaan. Mereka merasa lebih tenang dan dihargai karena kondisi kesehatannya dipantau secara rutin tanpa harus menunggu sakit terlebih dahulu.

Rutan Baturaja berharap program ini dapat menekan angka kesakitan (morbiditas) dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

Redaksi : Lentera OKU
Pewarta : Rahmat Hidayat