2026
Palembang, 9 Maret 2026,lenteraoku.com – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kepolisian.
Sebanyak 13 personel mengikuti seleksi Program Pendidikan Strata Dua (S-2) Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) tahun 2026 yang digelar di Assessment Center Gedung Promoter Polda Sumsel, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.
Seleksi tahap awal yang dilaksanakan adalah tes psikologi, diikuti oleh personel dari berbagai satuan kerja.
Peserta terdiri dari 12 pria dan satu wanita. Hasil tes menunjukkan nilai tertinggi 74 dan terendah 41.
Kapolda Sumsel melalui Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa seleksi ini dirancang dengan sistem pengawasan berlapis untuk menjamin objektivitas dan akuntabilitas.
“Selain panitia, tim pengawas internal dan tim audit turut memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan prosedur yang ditetapkan SSDM Polri,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Tes psikologi ditangani oleh tim profesional dari Bagian Psikologi (Bagpsi) Ro SDM Polda Sumsel yang dipimpin AKBP Suparyono, S.Psi., M.Psi., didukung para perwira psikologi bersertifikat.
Asesmen ini bertujuan mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kesiapan akademik dan mental peserta untuk mengikuti pendidikan lanjutan di STIK.
Program S-2 STIK tahun 2026 membuka dua jalur, yaitu reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Pendidikan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan personel dalam kepemimpinan strategis, analisis kebijakan publik, dan manajemen kepolisian modern.
Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si. menegaskan pentingnya seleksi ketat ini.
“Pendidikan lanjutan adalah investasi strategis bagi masa depan kepemimpinan Polri.
Karena itu, setiap tahapan harus transparan, objektif, dan berbasis kompetensi,” tegasnya.
Kabid Humas menambahkan bahwa pengembangan SDM merupakan fondasi utama menuju institusi yang profesional.
“Kami ingin melahirkan personel dengan kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kompetensi akademik kuat.
Ini kunci memperkuat pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.
Dengan terselenggaranya seleksi ini, Polda Sumsel berharap dapat mencetak generasi pemimpin Polri yang adaptif dan profesional, serta mampu menjawab tantangan keamanan masa depan melalui SDM yang unggul dan berintegritas





