Lenteraoku.com Sumsel-Rambang, 19 Februari 2026 – Koperasi Unit Desa (KUD) Panca Mulya yang berlokasi di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, menggelar lelang bulanan bahan olah karet (bokar) dengan total volume mencapai 631 ton.
Lelang yang berlangsung pada Rabu (19/2) ini diikuti oleh tujuh penawar yang berasal dari perwakilan gudang dan pabrik pengolahan karet, serta berhasil mencatatkan harga tertinggi sebesar Rp17.099 per kilogram yang diraih oleh Andi HG dari PT SLI Palembang.
Kegiatan lelang dilaksanakan di sekretariat KUD Panca Mulya dengan mengusung sistem amplop tertutup guna menjamin transparansi dan keadilan bagi seluruh peserta.
Total bokar yang dilelang merupakan akumulasi pasokan dari 13 Tempat Penampungan Karet (TPK) yang tersebar di wilayah Kecamatan Rambang dan sekitarnya.
Sistem ini dinilai efektif dalam mempertemukan petani dengan pembeli secara langsung tanpa perantara yang merugikan.
Dari tujuh penawar yang berpartisipasi, hadir secara langsung empat perwakilan pabrik pengolahan karet, sementara tiga lainnya menitipkan amplop penawaran mereka.
Para peserta yang tercatat dalam daftar lelang antara lain Mujiono (Gudang), H. Mardion (PT ABP), CV Barokah (PT SLI), Beben (ABP), Heri (KIRANA), Raska (PT PANCA), dan Andi HG (PT SLI).
Kehadiran mereka turut menyaksikan proses pembukaan amplop secara bersama-sama sebagai bentuk kontrol bersama.
Proses pembukaan amplop berlangsung terbuka di hadapan seluruh peserta dan pengurus koperasi.
Setelah seluruh amplop dibuka dan dihitung, harga penawaran tertinggi akhirnya diraih oleh Andi HG yang mewakili PT SLI Palembang dengan nilai Rp17.099 per kilogram.
Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan lejang-lelang sebelumnya, sekaligus menjadi indikasi membaiknya harga komoditas karet di tingkat petani.
Ketua KUD Panca Mulya, Malson ST, mengapresiasi antusiasme para penawar dan tingginya harga yang tercapai pada lelang bulan ini.
Ia menyatakan bahwa capaian ini tidak lepas dari kualitas bokar yang dijaga oleh para petani binaan koperasi.
“Kami bersyukur harga terus menunjukkan tren positif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan layanan dan menjaga kepercayaan semua pihak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Malson menekankan pentingnya menjaga mutu bokar sebagai kunci utama dalam memenangkan persaingan harga di pasar.
Ia mengimbau seluruh anggota koperasi untuk konsisten menerapkan standar pengolahan yang baik, mulai dari penyadapan hingga pengeringan.
“Kualitas yang baik akan selalu dihargai dengan harga yang layak. Jika mutu terjaga, petani tidak akan dirugikan,” tegasnya.
Sistem lelang terbuka seperti yang dijalankan KUD Panca Mulya dinilai mampu memutus mata rantai perdagangan yang tidak menguntungkan petani. Dengan mekanisme ini, petani dapat mengetahui secara pasti harga jual bokar mereka dan siapa pembelinya.
Hal ini sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan posisi tawar petani di hadapan pabrik-pabrik pengolahan karet skala besar.
Komitmen KUD Panca Mulya terhadap transparansi dan akuntabilitas juga mendapatkan respons positif dari para mitra pabrik.
Mereka menilai koperasi ini konsisten dalam menjaga integritas proses lelang, sehingga tidak ragu untuk berpartisipasi setiap bulannya.
Kepercayaan ini diharapkan dapat terus terjalin dan mendorong iklim usaha yang sehat di sektor perkebunan karet rakyat.
Ke depan, KUD Panca Mulya menargetkan peningkatan volume dan kualitas bokar seiring dengan membaiknya harga.
Pihak koperasi juga berencana mengadakan pelatihan teknis bagi petani untuk meningkatkan standar produksi.
Dengan sinergi yang baik antara petani, koperasi, dan pabrik, diharapkan kesejahteraan anggota koperasi dapat terus meningkat dan perekonomian desa ikut bertumbuh.(Red)





