OGAN ILIR,25 April 2026,lenteraoku.com Polda Sumatera Selatan melalui Polres Ogan Ilir memperkuat pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas kamtibmas dengan menggelar kegiatan dialog terbuka “Ngopi Bareng” bersama serikat buruh se-Kabupaten Ogan Ilir.
Kegiatan yang berlangsung di Kedai BBK Polres Ogan Ilir, Jumat (24/4/2026), ini menjadi langkah strategis menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Forum yang berlangsung hangat dan setara ini dipimpin oleh Kompol Helmi Adriansah, S.H., M.H. mewakili Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., didampingi para Pejabat Utama Polres Ogan Ilir.
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan tujuh elemen serikat buruh lintas organisasi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, sehingga menjadi salah satu forum komunikasi paling inklusif antara Polri dan pekerja.
Dalam suasana santai namun produktif, Polres Ogan Ilir menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan May Day agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kepolisian juga memastikan bahwa hak berekspresi para buruh tetap dihormati, dengan Polri hadir sebagai mitra yang melindungi dan memfasilitasi jalannya kegiatan.
“Polri hadir bukan untuk membatasi, tetapi untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan damai.
Kami ingin peringatan Hari Buruh menjadi momentum kebersamaan yang positif,” ujar Kompol Helmi Adriansah dalam dialog tersebut.
Selain menyampaikan komitmen pengamanan, forum ini juga dimanfaatkan sebagai wadah penyerapan aspirasi buruh secara langsung.
Sejumlah isu strategis disampaikan, mulai dari rencana aksi May Day dengan estimasi ratusan peserta, kekhawatiran terhadap potensi pemutusan hubungan kerja, hingga persoalan implementasi kebijakan upah minimum di sektor perkebunan.
Polres Ogan Ilir mengarahkan seluruh aspirasi tersebut untuk ditindaklanjuti melalui instansi teknis terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja, sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara tepat dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pendekatan dialogis melalui Kedai BBK ini menjadi bagian dari strategi *community policing* yang mengedepankan deteksi dini potensi konflik sosial.
Dengan memahami langsung dinamika di lapangan, Polres Ogan Ilir dapat menyiapkan langkah pengamanan yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Kehadiran ruang dialog informal seperti ini terbukti efektif membangun kepercayaan publik. Tidak hanya memperkuat komunikasi, tetapi juga meminimalkan potensi miskomunikasi yang dapat memicu konflik sosial, khususnya dalam momentum besar seperti May Day.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas inovasi Polres Ogan Ilir dalam membangun komunikasi yang inklusif.
“Ketika Polri dan serikat buruh duduk bersama, berdialog secara terbuka, itulah wujud Polri Presisi yang sesungguhnya.
Kepercayaan masyarakat dibangun melalui komunikasi yang tulus dan keterbukaan,” ujar Kombes Pol Nandang.
Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan wilayah.
Sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat, termasuk serikat buruh, menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta mendukung stabilitas sosial dan ekonomi di Sumatera Selatan.
Polres Ogan Ilir memastikan seluruh rangkaian pengamanan May Day 2026 telah dipersiapkan secara matang dan terkoordinasi, dengan mengedepankan prinsip profesional, proporsional, dan humanis.(Red)


