Palembang ,10/03/2026 ,lenteraoku.com – Bumi Sriwijaya tak hanya melahirkan pejuang di masa lampau, tetapi juga deretan perwira tinggi TNI dengan karier cemerlang di era modern.
Dari ujung barat hingga timur Indonesia, bahkan di kursi pemerintahan, nama-nama putra Sumatera Selatan ini harum dengan balok bintang di pundak mereka.
Tak tanggung-tanggung, salah satu di antaranya menyandang pangkat jenderal bintang empat dan pernah duduk sebagai Menteri Pertahanan RI.
Siapa saja mereka? Berikut adalah tujuh jenderal TNI kelahiran Sumsel yang mengukir prestasi gemilang di lingkungan militer:
1. Burhanuddin Amin – Dari Pendopo Empat Lawang ke Pangkostrad.
Lahir di Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, pada November 1952, pria ini meniti karier di TNI Angkatan Darat hingga mencapai posisi puncak.
Jabatan strategis seperti Kasdam IX/Udayana (2005–2006) dan Wairjenad (2006–2008) telah diembannya.
Puncaknya, pada 2010, ia dipromosikan menjadi Letnan Jenderal dan dipercaya sebagai Pangkostrad, menggantikan George Toisutta, meski hanya menjabat beberapa bulan sebelum akhirnya pensiun.
2. Syahrir MS – Danjen Kopassus di Tengah Konflik
Putra Baturaja kelahiran Juli 1947 ini merupakan alumni Akabri 1971 yang tangguh. Kariernya melejit saat dipercaya sebagai Danjen Kopassus ke-17 pada periode 1998–2000. Sebelumnya, ia pernah memimpin Kodam IX/Udayana dan malang melintang dalam berbagai operasi tempur, termasuk Operasi Seroja di Timor-Timur serta operasi di Aceh. Menjelang pensiun pada 2002, ia masih dipercaya mengisi posisi Asops KSAD dan Dankodiklat TNI AD.
3. Makmun Murod – Legenda Hidup TNI AD
Lahir di Baturaja, 24 Desember 1924, nama Makmun Murod adalah legenda. Kariernya terbentang panjang dengan deretan jabatan prestisius: Pangdam IV/Sriwijaya (1962–1967), Pangdam V/Jayakarta (1969–1970), Pangkostrad (1970–1971), Panglima Kostranas (1971–1973), hingga Panglima Kowilhan II (1973–1974). Puncak kariernya adalah sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) dari 1974 hingga 1978. Ia wafat pada 2011 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
4. Muhammad Thamrin Marzuki – Letjen TNI yang Kini Pimpin Taekwondo
Purnawirawan bintang tiga ini lahir dari bumi Sumsel dan merupakan alumni Akmil 1984. Kariernya di TNI AD berujung pada jabatan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2018–2019. Setelah pensiun, ia tak berhenti berkarya dengan menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
5. Syaiful Rizal – Putra Lahat yang Setia di Kopassus
Lahir di Kabupaten Lahat, 2 Juni 1952, hampir seluruh karier militernya dihabiskan di kesatuan baret merah Kopassus. Lulusan Akabri 1975 ini pernah menjabat Wadanjen Kopassus (2002–2003), lalu naik menjadi Danjen Kopassus pada 2005. Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Pangdam IX/Udayana, Asops KSAD, hingga Dankodiklat TNI AD pada 2010. Ia pensiun dengan pangkat Letnan Jenderal.
6. Agus Suhardi – Panglima Kogabwilhan III
Lahir di Palembang, 24 Juli 1965, alumni Akmil 1988-A dari kecabangan Infanteri (Kostrad) ini menghabiskan banyak waktu di kesatuan komando strategis. Ia pernah memimpin Divisi Infanteri 2/Kostrad (2017–2018), kemudian Pangdam II/Sriwijaya (2020–2022), dan Asops Panglima TNI (2022–2023). Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III dengan pangkat Letnan Jenderal.
7. Ryamizard Ryacudu – Jenderal Bintang Empat dari Palembang
Lahir di Palembang, 21 April 1950, bertepatan dengan Hari Kartini, Ryamizard adalah salah satu putra Sumsel dengan karier tertinggi di TNI. Ia meraih pangkat Jenderal TNI (bintang empat) dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat periode 2002–2005. Namanya kian harum setelah pensiun, ketika Presiden Joko Widodo mempercayakannya sebagai Menteri Pertahanan RI pada kabinet pertama (2014–2019).
Deretan nama ini membuktikan bahwa Sumatera Selatan adalah salah satu “kawah candradimuka” yang melahirkan pemimpin-pemimpin pertahanan negara, dari tingkat komando tempur hingga pucuk pimpinan kementerian.
Redaksi : Lentera OKU.COM
DI LANSIR DARI : Sindonews.com






