PALEMBANG, 01/05/2016, lenteraoku.com – Polda Sumatera Selatan memastikan pendekatan dialogis menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di wilayahnya.
Komitmen itu diwujudkan dalam kegiatan Sarasehan dan Penyampaian Aspirasi Buruh dalam rangka peringatan May Day 2026, yang berlangsung damai dan konstruktif.
Kegiatan dihadiri langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, unsur Forkopimda, pimpinan daerah, serta perwakilan serikat buruh dari berbagai kabupaten/kota.
Forum berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.
Lokasi kegiatan di Auditorium Graha Bina Praja, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang.
Sarasehan dipilih karena mampu menciptakan suasana terbuka dan berorientasi solusi, berbeda dengan pola penyampaian aspirasi yang konfrontatif.
Dalam forum itu, Kapolda menegaskan Polri hadir sebagai mitra yang mempercepat penyelesaian masalah, bukan mengambil alih kewenangan lembaga lain.
“Polri hadir membantu mempercepat penyelesaian jika ada hambatan dalam mekanisme bipartit maupun tripartit,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Polda Sumsel telah mengoptimalkan Desk Ketenagakerjaan di bawah fungsi reserse kriminal khusus untuk menampung laporan dan pengaduan pekerja.
Dengan adanya desk tersebut, buruh tidak perlu menunggu lama jika terjadi kebuntuan negosiasi dengan perusahaan.
Layanan ini merupakan implementasi nyata program Presisi Polri dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
Sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan buruh dinilai semakin solid, terbukti dengan suasana May Day 2026 yang damai dan dialogis.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan apresiasi.
“Polda Sumsel mengapresiasi sikap dewasa serikat buruh yang memilih jalur dialog. Polri, pemda, dan buruh bisa berjalan bersama sebagai mitra,” ujarnya.
Polda pun memastikan Desk Ketenagakerjaan terbuka bagi seluruh pekerja yang membutuhkan percepatan solusi.(Red)





