PALEMBANG,Sumsel 23 Maret 2026, lenteraoku.com – Memasuki hari ketiga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, gelombang arus balik mulai menunjukkan peningkatan signifikan di wilayah Sumatra Selatan.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan mencatat berbagai dinamika lalu lintas, keamanan, serta ketertiban masyarakat dalam Operasi Ketupat Musi 2026, dengan capaian paling membanggakan adalah angka nol korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.
Pada hari Minggu (22/3/2026), terjadi penguatan arus balik yang ditandai dengan pergerakan lebih dari 270 ribu penumpang menggunakan berbagai moda transportasi.
Meskipun terjadi peningkatan jumlah kecelakaan, tidak ada satupun korban jiwa yang dilaporkan.
Polda Sumsel juga mencatat 33 kasus tindak pidana dan melaksanakan 833 kegiatan Satgas sepanjang hari.
Capaian ini merupakan hasil kerja seluruh jajaran di bawah komando Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho.
Pernyataan resmi disampaikan oleh Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso dan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Seluruh personel kepolisian, Satgas, serta masyarakat yang bekerjasama dalam pengamanan menjadi aktor penting di balik nol korban jiwa ini.
Dinamika arus balik terjadi di seluruh wilayah Sumatra Selatan, dengan titik-titik konsentrasi utama di:
Tol Betajam (Betung-Tempino-Jambi) mencatat volume kendaraan keluar lebih tinggi dibanding masuk, menandakan arus balik.
Tol Palindra menjadi ruas dengan volume tertinggi, disusul Tol Terpeka dan Kapal Betung.
Bandara, stasiun, terminal, dan jalur penyeberangan mengalami lonjakan aktivitas.
Terdapat 13 kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di seluruh wilayah Sumsel.
Peristiwa ini terjadi pada hari ketiga Lebaran, tepatnya Minggu, 22 Maret 2026, yang merupakan periode awal arus balik menuju puncak yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Peningkatan aktivitas disebabkan oleh dimulainya pergerakan pemudik yang kembali ke daerah asal (arus balik) setelah merayakan Lebaran.
Nihilnya korban jiwa terjadi karena efektivitas pengamanan, edukasi keselamatan yang masif, serta penerapan rekayasa lalu lintas oleh jajaran Polda Sumsel.
Sementara itu, meningkatnya tindak pidana (33 kasus) sebanding dengan tingginya aktivitas masyarakat di kawasan wisata dan pusat perbelanjaan.
Polda Sumsel menerapkan strategi pengamanan menyeluruh melalui 7 Satgas Operasi Ketupat Musi 2026. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
Pemanfaatan teknologi dengan 4 penindakan ETLE statis, 20 ETLE mobile, serta 238 teguran kepada pengendara.
Patroli preventif diperkuat di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan area publik.
Kapolda memerintahkan seluruh personel siaga penuh menghadapi puncak arus balik dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas.
Pos pelayanan dan rest area disiagakan, serta Call Center Polri 110 diaktifkan 24 jam untuk membantu masyarakat.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk memastikan kondisi fisik prima dan kendaraan layak jalan, tidak memaksakan diri jika lelah, serta memantau informasi rekayasa lalu lintas terkini.
Masyarakat diharapkan memanfaatkan rest area dan pos pelayanan yang tersedia.
“Arus balik sama pentingnya dengan arus mudik. Kami siaga penuh untuk memastikan seluruh masyarakat kembali dengan aman,” tegas Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.(Red)






