oleh

Polda Sumsel Kandangkan 143 Truk ODOL Demi Kelancaran Arus Mudik Lintas Sumatera

PALEMBANG, lenteraoku.com,17 Maret – Polda Sumatera Selatan secara resmi mengerahkan seluruh kekuatan personel dalam Operasi Ketupat Musi 2026 untuk mengamankan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H.

Dengan memegang peranan sebagai simpul utama transportasi darat di Pulau Sumatera, jajaran kepolisian tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah sendiri, tetapi juga memastikan kelancaran mobilitas antarprovinsi dari Lampung hingga Sumatera Utara.

Dalam operasi skala besar ini, Polda Sumsel mengimplementasikan sistem pemetaan lalu lintas secara real time di 17 wilayah polres jajaran.

Langkah strategis ini memungkinkan pihak kepolisian untuk memantau kepadatan, mengidentifikasi titik rawan, serta mengambil keputusan cepat berdasarkan data aktual di lapangan, bukan lagi sekadar prediksi semata.

Salah satu fokus utama penindakan di lapangan adalah pemberantasan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 143 unit truk yang melanggar aturan muatan telah berhasil ditertibkan dari jalur-jalur strategis nasional.

Penertiban terbesar terjadi di dua wilayah lintas timur, yaitu Polres Musi Banyuasin dengan 52 unit dan Polres Banyuasin dengan 50 unit kendaraan yang dikandangkan.

Sementara itu, wilayah Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi sorotan karena mengalami tekanan arus kendaraan paling tinggi.

Kepadatan di wilayah ini mayoritas dipicu oleh aktivitas pasar tumpah di badan jalan.

Sebanyak 30 kendaraan sumbu tiga juga berhasil ditindak di sana, mengingat Jalintim yang melintasi OKI merupakan tulang punggung utama penghubung Sumatera Selatan dengan Jambi hingga Riau.

Sebagai respons atas dinamika di lapangan, Polda Sumsel menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas.

Selain menertibkan kendaraan berat, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.

Di antaranya adalah jalur Komering yang menghubungkan OKI menuju OKU Timur melalui Lintas Tengah, serta jalur Jejawi–Rambutan–Jakabaring untuk mengurai kepadatan menuju ibu kota provinsi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa keterbukaan informasi lalu lintas menjadi prioritas.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mudik, tetapi mudik dengan perencanaan.

Data dan pilihan jalur alternatif ini kami sampaikan agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” jelasnya di sela-sela pemantauan arus mudik.

Secara keseluruhan, dari 17 wilayah yang dipantau, sebanyak sepuluh wilayah dilaporkan dalam kondisi relatif lancar tanpa titik kemacetan signifikan.

Tujuh wilayah lainnya, termasuk OKI dan beberapa titik di Banyuasin, masih menjadi fokus pengamanan intensif hingga puncak arus balik nanti guna memastikan kelancaran mobilitas jutaan pemudik lintas provinsi.(Red)