Minggu,26 April 2026,lenteraoku.com.- Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pemerintah telah mengantisipasi lonjakan permintaan daging menjelang Idul Adha 2026.
Antisipasi dilakukan melalui pendekatan berbasis data terukur menggunakan mekanisme neraca komoditas.
Neraca komoditas mengintegrasikan produksi dalam negeri, kebutuhan konsumsi, dan skema impor proporsional.
“Ketersediaan kita aman. Semua sudah dihitung,” ujar Sudaryono dalam kontes sapi nasional di Wonosobo, Jawa Tengah.
Perhitungan mencakup kebutuhan daging segar, sapi bakalan, dan populasi ternak dalam negeri.
Pendekatan ini menjadi kunci menjaga keseimbangan pasar sekaligus melindungi peternak lokal dari tekanan harga. (Mengapa)
Pemerintah menegaskan tidak akan membuka keran impor berlebihan karena semua dikontrol ketat.
Skema neraca komoditas juga diterapkan pada bawang putih untuk meredam spekulasi pasar.
Di sisi harga, pemerintah memastikan daging tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Jika terjadi fluktuasi, tim langsung menelusuri dari feedlot, rumah potong, hingga pedagang.
Dari sisi produksi, Jawa Tengah mencatat total populasi ternak 6,3 juta ekor, dengan sapi 1,2 juta ekor. (Fakta daerah).
Menjelang Idul Adha, pemerintah daerah menginisiasi program layanan kesehatan hewan keliling (“healing”) berupa vaksinasi dan pemeriksaan gratis.
Dengan kombinasi kebijakan data, pengawasan harga, dan penguatan peternakan, pemerintah optimistis kebutuhan daging Idul Adha 2026 terpenuhi tanpa gejolak. (Red)






