BATURAJA ,OKU,Sumatera Selatan,Lenteraoku.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja menggelar razia besar-besaran dalam rangka menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan kondusif, Jumat (08/05/2026).
Operasi ini menyasar peredaran barang-barang terlarang di dalam blok hunian.
Langkah tegas ini diambil sebagai upaya preventif sekaligus penindakan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Razia besar-besaran dan tes urine massal digelar secara serentak di seluruh area blok hunian.
Petugas menyisir setiap sudut kamar untuk mencari handphone ilegal, narkoba, dan alat penunjang praktik penipuan (scamming).
Selain itu, seluruh pegawai dan sebagian warga binaan menjalani tes urine mendadak.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Alwi Adinoto.
Personel dari Polsek Baturaja Timur (Kanitreskrim dan Babinkamtibmas) serta Babinsa dari Koramil 0404 turut diterjunkan.
Seluruh pegawai dan perwakilan warga binaan juga menjadi subjek operasi.
Razia dimulai tepat pukul 09.00 WIB, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam setengah hari kerja. Tes urine dan sosialisasi dilakukan segera setelah penggeledahan selesai.
Lokasi kegiatan adalah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.
Fokus utama operasi berada di setiap blok hunian warga binaan, serta area kantor untuk tes urine petugas.
Operasi ini merupakan implementasi konkret dari Instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang penguatan pengawasan keamanan.
Tujuannya untuk memastikan rutan steril dari pengaruh narkoba, ponsel ilegal, dan praktik penipuan.
Langkah ini juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat atas transformasi rutan yang lebih baik.
Petugas gabungan menyisir setiap sudut kamar hunian secara mendetail namun humanis dan profesional.
Setelah itu, seluruh pegawai wajib menjalani tes urine mendadak tanpa kecuali, sementara warga binaan dipilih secara acak. Rangkaian ditutup dengan sosialisasi bahaya narkoba.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menjadi komandan lapangan sekaligus juru bicara utama. Ia didampingi oleh Ka.KPR Alwi Adinoto serta aparat dari Polsek Baturaja Timur dan Koramil 0404. Semua pihak bersinergi penuh tanpa hierarki.
Penggeledahan berlangsung tertib dan kondusif meskipun dilakukan secara menyeluruh.
Petugas tetap menjunjung tinggi hak-hak dasar warga binaan. Tidak ditemukan perlawanan berarti selama operasi berlangsung.
penggeledahan massal, tes urine dadakan, plus edukasi anti narkoba. Pendekatan humanis tetap dipertahankan agar warga binaan kooperatif.Sinergi TNI-Polri menjadi solusi penguatan keamanan eksternal.
Hasil tes urine akan diumumkan secara resmi sebagai bentuk transparansi publik.
Rutan Baturaja berkomitmen menggelar operasi serupa secara rutin dan tidak terjadwal. Jika ditemukan barang terlarang, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Selain tindakan represif, aspek preventif juga menjadi sorotan utama.
Pihak Rutan menggelar sesi sosialisasi khusus mengenai bahaya narkoba bagi para warga binaan.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak destruktif zat terlarang bagi kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka setelah bebas.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menegaskan operasi ini adalah janji nyata institusi kepada masyarakat untuk bertransformasi ke arah yang lebih baik.
Paket lengkap yang terdiri dari penggeledahan, tes urine, dan edukasi ini merupakan konsistensi Rutan Baturaja.
menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih secara berkelanjutan demi mendukung program pemasyarakatan yang sukses.
Dengan sinergi TNI-Polri dan pengawasan internal ketat, Rutan Baturaja berupaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba dari segala sisi.
Masyarakat Kabupaten OKU kini bisa melihat bukti nyata bahwa rutan tidak lagi menjadi sarang praktik ilegal.
Langkah ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba memasukkan barang terlarang ke dalam rutan.(Red)





