PALEMBANG,Sumatera Selatan 20 April 2026 lenteraoku.com – Polda Sumatera Selatan menggelar operasi masif pemberantasan narkotika selama 18 hari pertama April 2026. Hasilnya, 163 tersangka diringkus dari 116 laporan polisi.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama jajaran mengungkap jaringan narkotika aktif yang terstruktur dan lintas wilayah.
Barang bukti yang disita mencapai 7.236,9 gram sabu, 1.727,42 gram ganja, 879 butir ekstasi, dan 20 pcs etomidate—zat anestesi yang menjadi modus baru.
Operasi menjangkau 18 satuan wilayah, mulai dari Kota Palembang hingga daerah perbatasan. Pengungkapan terbesar terjadi di Ogan Ilir dengan sitaan lebih dari empat kilogram sabu.
Sepanjang 18 hari pertama bulan April 2026. Operasi bersifat simultan dan berkelanjutan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., memimpin langsung operasi. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., bertindak sebagai juru bicara.
Karena peredaran narkotika masih masif dan mengancam stabilitas sosial. Temuan etomidate menunjukkan modus operandi terus berkembang, sehingga perlu kewaspadaan ekstra.
Jaringan bergerak lintas provinsi tanpa batas administratif. Dengan menyita lebih dari tujuh kilogram sabu, polisi diperkirakan menyelamatkan ribuan warga dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Operasi hanya 18 hari, tapi 163 tersangka ditangkap.
Penindakan mencakup 18 wilayah, dipimpin Ditresnarkoba, dengan bukti sabu >7 kg dan temuan etomidate.
Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata jaringan narkotika masih terstruktur dan lintas wilayah.
Polda Sumsel menyebut operasi ini sebagai bentuk kehadiran negara yang tegas, transparan, dan melindungi masyarakat.
Kombes Pol Yulian Perdana menegaskan, tim harus adaptif menghadapi modus baru. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengajak masyarakat bersinergi karena perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama.
Polda Sumsel memastikan intensitas operasi tidak menurun. Pengawasan jalur distribusi lintas provinsi akan diperketat sebagai langkah preventif dan represif.(Red)





