oleh

Speed Boat Tenggelam Dihantam Gelombang di Perairan Banyuasin Satu Penumpang Meninggal Dunia

Banyuasin,Lenteraoku.com – Kecelakaan air (laka air) terjadi di perairan Muara Jalur 8, Desa Upang Ceria, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Kamis (6/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah speed boat penumpang yang sedang beroperasi di jalur transportasi setempat tenggelam setelah dihantam gelombang besar.

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia.

Berdasarkan laporan yang diterima dari petugas di lapangan, speed boat tersebut melaju dari arah Muara Telang menuju Palembang.

Saat tiba di perairan Muara Jalur 8, kapal tiba-tiba diterjang gelombang kuat yang menyebabkan badan kapal oleng, rusak parah, hingga akhirnya pecah dan tenggelam.

Tim evakuasi yang berada di lokasi segera bergerak untuk menyelamatkan para penumpang.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sumsel, Kombes Heru Agung Nugroho, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa korban meninggal dunia adalah seorang perempuan berinisial D (55), warga RT 18 Dusun IV Desa Telang Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin.

“Jenazah korban telah berhasil dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, penumpang lainnya dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi ke tempat aman,” ujar Kombes Heru saat dihubungi di lokasi kejadian.

Pasca-insiden, personel Polairud Polda Sumsel langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pendataan jumlah penumpang, serta penyelidikan awal guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kombes Heru juga turun langsung ke lokasi untuk memantau proses evakuasi dan memastikan tidak ada korban lain yang belum teridentifikasi.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berduka cita atas musibah ini.

Personel Polairud telah kami turunkan untuk memastikan situasi perairan aman dan proses penanganan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Berdasarkan informasi sementara, gelombang besar yang terjadi pada pagi hari diduga menjadi faktor utama penyebab speed boat kehilangan kestabilan hingga tenggelam.

Kombes Nandang mengimbau kepada seluruh operator transportasi air dan masyarakat yang menggunakan jalur perairan agar selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama.

Kami mengingatkan pengelola transportasi air untuk mematuhi standar keselamatan pelayaran, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Selalu perhatikan prakiraan cuaca sebelum berlayar,” tegasnya.

Hingga saat ini, aktivitas transportasi air di perairan Muara Telang telah kembali normal setelah aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mengevaluasi standar keselamatan operasional speed boat tersebut. (Red)