PALEMBANG,lenteraoku.com – Seorang sopir truk tanki terjaring razia tes urine dalam Operasi Ketupat Musi 2026 di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (16/3/2026).
Pengemudi tersebut dinyatakan positif mengonsumsi narkoba dan langsung diamankan petugas untuk proses hukum lebih lanjut.
Petugas gabungan dari Polres Prabumulih dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Prabumulih menggelar pemeriksaan tes urine mendadak terhadap 41 pengemudi kendaraan yang melintas di Pos Pengamanan RM Siang Malam, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih.
Dari jumlah tersebut, satu orang sopir truk tanki terbukti positif menggunakan narkoba.
Peristiwa ini terjadi di Pos Pengamanan RM Siang Malam yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Lokasi tersebut merupakan salah satu titik pemeriksaan utama dalam rangkaian Operasi Ketupat Musi 2026.
Pemeriksaan dilakukan pada hari keempat Operasi Ketupat Musi 2026, tepatnya pada Senin, 16 Maret 2026, bertepatan dengan arus mudik Lebaran.
Kegiatan pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Prabumulih AKBP Pauzia bersama Wakapolres Prabumulih Kompol Chindi Helyadi. Turut terlibat personel kepolisian, BNNK, serta tenaga kesehatan dalam pelaksanaan tes urine.
Selain itu, pengamanan terpadu juga melibatkan Subsatgas Polairud yang memantau jalur perairan di Dermaga 16 Ilir Palembang, serta personel Satlantas di Stasiun Kereta Api Lubuk Linggau.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya turut memberikan pernyataan terkait pengamanan arus mudik ini.
Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama arus mudik Lebaran.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa pengemudi di bawah pengaruh narkoba sangat membahayakan keselamatan banyak orang, terutama di tengah kepadatan arus mudik.
“Bayangkan jika pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkoba tetap melaju di jalan raya yang dipenuhi pemudik.
Pemeriksaan seperti ini adalah langkah nyata untuk menyelamatkan banyak nyawa,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Setelah dinyatakan positif narkoba, sopir truk tanki tersebut langsung diamankan petugas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan acak terhadap pengemudi kendaraan angkutan umum maupun kendaraan barang di berbagai titik jalur mudik.
Selain pemeriksaan urine, Polda Sumsel juga mengerahkan seluruh satuan tugas untuk mengamankan simpul-simpul transportasi utama, antara lain:
· Terminal Karya Jaya Kertapati
· Terminal KM 12
· Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kertapati dan KM 12
· Dermaga 16 Ilir Palembang (pemantauan jalur perairan)
· Stasiun Kereta Api Lubuk Linggau (pelayanan dan imbauan keselamatan)
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, “Kami ingin memastikan setiap pengemudi yang membawa masyarakat berada dalam kondisi sehat, sadar, dan bebas dari pengaruh narkoba.
Keselamatan pemudik adalah prioritas utama.”
Polda Sumsel mengimbau para pengemudi untuk tidak mengonsumsi narkoba maupun alkohol saat berkendara, memastikan kondisi fisik prima, serta segera beristirahat apabila merasa lelah selama perjalanan.
Pengamanan terpadu ini akan berlangsung hingga Operasi Ketupat Musi 2026 berakhir guna memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman.(Red)






