LAHAT ,lenteraoku.com,19 Maret 2026 – Dini hari yang sunyi di Desa Sugi Waras, Kecamatan Gumai Talang, mendadak berubah menjadi mencekam setelah Bus Al-Hijrah mengalami kecelakaan lalu lintas pada Senin (16/3/2026).
Warga yang mendengar suara benturan keras langsung berhamburan ke lokasi, sementara kepanikan mulai terasa di tengah kegelapan menjelang fajar.
Namun, di tengah situasi genting itu, kehadiran seorang perwira dengan seragam coklat khas Polri menjadi titik terang.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, dengan sigap turun langsung ke lokasi kejadian, memimpin jalannya evakuasi dan pengaturan arus lalu lintas. Ia tak sekadar memantau dari jauh—tetapi mengambil alih kendali di garis depan.
Kecelakaan tunggal yang melibatkan Bus Al-Hijrah terjadi di ruas jalan Desa Sugi Waras, Kecamatan Gumai Talang, Kabupaten Lahat, pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Diduga bus kehilangan kendali akibat jalanan yang licin dan medan menurun, menyebabkan kendaraan keluar jalur dan nyaris terguling ke tebing.
Lokasi kecelakaan berada di jalur lintas yang cukup ramai dilalui kendaraan berat, terutama truk dan bus antarkota.
Jalan di Sugi Waras memang dikenal memiliki tikungan tajam dan kontur menurun, sehingga rawan kecelakaan, terutama saat kondisi gelap dan hujan.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin dini hari, 16 Maret 2026. Dalam situasi yang masih diliputi gelap dan minim penerangan, proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Selain sopir dan kru bus, sejumlah penumpang turut menjadi korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun beberapa penumpang mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat menggunakan ambulans yang dikawal petugas.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto langsung turun tangan memimpin personelnya.
Tak hanya anggota Satlantas, personel Samapta dan Intel juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengamanan lokasi.
Menurut AKBP Novi Edyanto, kehadirannya di lapangan adalah bentuk tanggung jawab moral dan komitmen pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan penanganan berjalan cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan. Kehadiran pimpinan di lapangan penting untuk mengambil keputusan cepat dan memotivasi personel,” ujarnya di sela-sela evakuasi.
Setibanya di lokasi, Kapolres langsung membagi personel ke dalam dua posko lapangan: tim evakuasi dan tim pengatur lalu lintas.
Alat berat segera didatangkan untuk menarik badan bus yang menghalangi sebagian badan jalan.
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara buka-tutup dari dua arah. Prioritas diberikan kepada kendaraan darurat seperti ambulans yang membawa korban luka. Kapolres juga terlihat berkomunikasi langsung dengan sopir-sopir truk yang antre, menjaga situasi tetap kondusif.
Berkat koordinasi yang solid, proses evakuasi rampung dalam waktu relatif singkat. Arus lalu lintas kembali normal beberapa jam setelah kejadian.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat Kapolres Lahat dan jajarannya.
“Ini bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung dan pengayom yang siap siaga dalam situasi darurat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Polda Sumsel akan terus mendorong seluruh jajaran untuk responsif dan humanis dalam menangani setiap peristiwa.
Di tengah pendinginan situasi, AKBP Novi Edyanto menyempatkan diri menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan rawan kecelakaan.
“Saya imbau kepada seluruh pengendara, terutama yang melintas di malam atau dini hari, untuk selalu waspada, jaga kecepatan, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Keselamatan adalah yang utama,” pesannya.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satlantas Polres Lahat untuk memastikan penyebab pasti insiden, termasuk kemungkinan faktor teknis atau human error.( Red)






