oleh

Diterpa Masalah Keluarga, Pria Paruh Baya di OKU Nekat Akhiri Hidup dengan Racun Serangga

BATURAJA OKU ,Lenteraoku.com – Warga Jalan Pancur Gang Solo 2, Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dikejutkan dengan insiden bunuh diri yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dini hari.

Seorang pria paruh baya berinisial A (45) ditemukan dalam kondisi kritis setelah diduga sengaja menenggak racun serangga bermerek Lannate 25 WP.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di kediaman korban.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Di dekat korban, petugas menemukan kemasan bekas racun serangga yang menjadi petunjuk awal atas tindakan nekat tersebut.

Keluarga segera membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Antonio Baturaja untuk mendapatkan pertolongan medis.

Tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berupaya maksimal menyelamatkan nyawa korban dari efek racun yang telah menyebar ke organ vital.

Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba di rumah sakit.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Baturaja Timur yang dipimpin perwira piket langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Pihak kepolisian juga melakukan visum luar terhadap jenazah korban di RSU Antonio Baturaja guna memastikan penyebab kematian.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa tindakan nekat korban diduga kuat dipicu oleh permasalahan keluarga.

Meski demikian, polisi masih terus mendalami motif pasti di balik peristiwa tragis ini.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dari rumah sakit menuju rumah duka di Desa Tanjung Baru dengan pengawalan petugas.

Sesampainya di rumah duka, keluarga yang berduka langsung menerima jenazah untuk disemayamkan.

Sebagai bagian dari proses penghormatan terhadap hak keluarga, pihak keluarga almarhum membuat surat pernyataan resmi yang ditujukan kepada Polsek Baturaja Timur.

Dalam pernyataan tersebut, keluarga dengan tegas menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan akan memakamkan korban secara layak, sehingga kasus ini ditutup secara kekeluargaan. (Red)

BACA JUGA