BATURAJA, OKU Sumatera Selatan lenteraoku.com – Debit air Sungai Ogan meningkat drastis menyebabkan luapan air merendam permukiman warga di Desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Selasa (15/4/2026).
Peristiwa ini berdampak langsung terhadap 13 kepala keluarga yang rumahnya tergenang air sejak pagi hari.
Air Sungai Ogan meluap melampaui batas normal bantaran sungai dan masuk ke pemukiman warga, terutama di wilayah RT 01 dan RT 04 Desa Terusan.
Genangan air bervariasi dengan ketinggian mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter di permukiman terdampak.
Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) menjadi korban banjir ini.
Nama-nama warga yang rumahnya terendam antara lain Endang SW, Yanto, Iin, Ali Gudel, Ngadinah, Lukman, Sariyono, M. Ramli, Harton, Mulyadi, Supriono, dan Indra. Seluruhnya merupakan penduduk setempat yang tinggal di bantaran Sungai Ogan.
Luapan air mulai terdeteksi sejak Selasa pagi, 15 April 2026. Pemantauan pertama dilakukan aparat kepolisian mulai pukul 08.10 WIB.
Hingga siang hari, genangan masih terlihat di sejumlah titik, meski debit air mulai menunjukkan penurunan.
Lokasi banjir berada di Desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah RT 01 dan RT 04, yang merupakan kawasan padat penduduk di sepanjang bantaran sungai.
Penyebab utama banjir adalah meningkatnya debit air Sungai Ogan secara signifikan.
Meski tidak disebutkan adanya hujan deras dalam durasi panjang, kenaikan debit diduga akibat aliran air dari hulu sungai serta kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah-ubah dalam beberapa hari terakhir.
Bhabinkamtibmas Desa Terusan, Aipda Dafid Ferianto, langsung turun melakukan monitoring di sepanjang bantaran sungai sejak dini hari.
Kapolsek Baturaja Timur AKP Azwan, S.H., M.H., melalui Kasi Humas AKP Ferri Zulfian menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus melakukan pemantauan intensif.
“Untuk saat ini debit air Sungai Ogan terpantau mulai landai, namun petugas tetap siaga dan akan terus memberikan update perkembangan situasi,” ujar AKP Ferri Zulfian.
Status terkini dan imbauan
Hingga berita ini diturunkan, situasi mulai menunjukkan perbaikan dengan air berangsur surut.
Namun polisi mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah.
Selain aparat kepolisian, perangkat desa setempat juga turun membantu memonitor kondisi dan mendata warga terdampak.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau pengungsian massal, karena genangan masih dalam kategori sedang dan sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Banjir ini mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama untuk mobilitas keluar masuk rumah.
Sebagian warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga yang lebih tinggi, sementara yang lain memilih membersihkan rumah dari genangan air yang masuk.
Polisi memperingatkan bahwa meski debit mulai landai, potensi banjir susulan tetap ada.
Warga diminta tidak lengah dan segera melapor jika terjadi kenaikan air secara tiba-tiba, terutama pada malam hari ketika monitoring visual terbatas.
Aipda Dafid Ferianto selaku Bhabinkamtibmas Desa Terusan terus berkoordinasi dengan warga dan perangkat desa untuk memastikan informasi perkembangan banjir tersampaikan dengan cepat.
Ia juga membantu mengarahkan warga yang ingin mengungsi ke tempat lebih aman.
Pemerintah desa bersama kepolisian berencana melakukan pendataan ulang terhadap rumah-rumah yang rawan banjir.
Edukasi kepada warga tentang tanda-tanda bahaya kenaikan debit sungai juga akan digencarkan pasca-kejadian ini.
Kesimpulan sementara
Banjir luapan Sungai Ogan di Desa Terusan, Baturaja Timur, berdampak pada 13 rumah warga dengan genangan air mencapai 50 cm. Tidak ada korban jiwa, dan debit air mulai landai.
Aparat gabungan terus memantau situasi dan mengimbau kewaspadaan warga bantaran sungai.
Redaksi: Lentera OKU.Com
Pewarta: Rahmat Hidayat





