oleh

Antisipasi Kemacetan Arus Mudik, Polda Sumsel Terapkan Pengantongan Truk di Perbatasan Jambi dan Siagakan Tim Urai Macet

Lenteraoku.com 15/03/2026
Palembang, 14 Maret 2026 – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) resmi memberlakukan serangkaian strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna menjamin kelancaran arus mudik Lebaran di wilayah hukum mereka.

Langkah-langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap prediksi peningkatan volume kendaraan yang melintas di jalur lintas Sumatera, khususnya di perbatasan provinsi dan titik-titik rawan kepadatan.

Kebijakan utama yang diterapkan mencakup pengantongan kendaraan berat bersumbu tiga di perbatasan Sumsel-Jambi serta pengaktifan tim khusus untuk mengurai kemacetan di lapangan.

Apa yang menjadi fokus utama dalam pengamanan tahun ini adalah upaya memisahkan arus kendaraan logistik dari kendaraan pribadi pemudik.

Polda Sumsel memberlakukan kebijakan pengantongan bagi seluruh kendaraan bersumbu tiga ke atas atau kendaraan berat pengangkut logistik.

Kendaraan – kendaraan tersebut tidak diizinkan melintas bebas di jalur mudik, melainkan diarahkan untuk berhenti dan mengantre di area khusus.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi hambatan di jalan, mengingat perbedaan kecepatan dan manuver antara kendaraan kecil dan besar kerap menjadi pemicu kemacetan panjang serta risiko kecelakaan.

Polda Sumsel mendirikan pos pengantongan kendaraan di Pos Lantas Sumarlin Kilometer 225.

Lokasi ini tepat berada di kawasan perbatasan antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Musi Banyuasin.

Titik ini dipilih karena merupakan pintu gerbang masuk utama kendaraan dari arah utara Pulau Sumatera menuju wilayah Sumsel, sehingga pengendalian sejak dini di perbatasan dinilai paling efektif.

Polda Sumsel juga mengonsentrasikan pasukan di jalur rawan macet lainnya.

Sebuah Tim Urai Macet gabungan dari Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Samapta diterjunkan di kawasan Timbangan Kilometer 12 Banyuasin.

Tim ini bertugas melakukan patroli bergerak dan siap melakukan rekayasa lalu lintas secara cepat apabila terjadi lonjakan volume kendaraan secara tiba-tiba.

Sementara itu, di wilayah hukum Polres Lubuk Linggau, pengamanan diperkuat dengan optimalisasi empat pos strategis, yakni Pos Pelayanan Stasiun, Pos Terpadu Lippo, Pos Pengamanan Simpang Periuk, dan Pos Pengamanan Petanang.

Keempat pos tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pelayanan masyarakat untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban.

Semua langkah strategis tersebut mulai diimplementasikan secara penuh sejak hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, dan terus dimaksimalkan pada hari kedua, Sabtu, 14 Maret 2026.

Polda Sumsel memastikan bahwa sistem ini akan berlaku selama periode arus mudik berlangsung hingga situasi lalu lintas dinyatakan kembali normal.

Seluruh jajaran Polda Sumsel di bawah komando langsung Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya koordinasi lintas satuan tugas (satgas) sebagai kunci utama keberhasilan operasi.

Setiap personel yang tergabung dalam Satgas Operasi Ketupat Musi diwajibkan untuk secara rutin melakukan analisis dan evaluasi terhadap dinamika di lapangan.

Hal ini untuk memastikan setiap petugas memahami tugas dan tanggung jawabnya secara penuh dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Menurut Irjen Pol Sandi Nugroho, kombinasi antara pengantongan kendaraan berat, pengaktifan tim urai macet bergerak, dan pemantauan ketat di pos-pos pelayanan merupakan bentuk kesiapan maksimal pihaknya.

“Pengantongan kendaraan berat di perbatasan, pengaktifan Tim Urai Macet, serta pemantauan di seluruh pos merupakan langkah strategis agar perjalanan pemudik tetap aman dan lancar,” tegas Kapolda.

Dengan koordinasi yang solid antara jajaran lalu lintas, samapta, dan Polres jajaran, Polda Sumsel berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh rangkaian arus mudik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya bersama keluarga dengan nyaman setelah menempuh perjalanan jauh.(Red)